Jumat, 15 Juni 2012

Iodometri

Metode titrasi iodometri tak langsung (iodometri) adalah berkenaan dengan titrasi dari ion yang dibebaskan dalam reaksi kimia. Lrutan standar yang digunakan dalam kebanyakan proses iodometri adalah natrium thiosulfat garam ini biasanya berbentuk penhidrat Na2S2O3. 5H2O. larutan tidak boleh di standarisasi dengan penimbangan secara langsung, tetapi harus di standarisasi dengan standar primer. Larutan natrium thiosulfat tidak stabil untuk waktu yang lama.
Tembaga murni dapat digunakan sebagai standar primer untuk natrium thiosulfat dan di anjuirkan apabila thiosulfat harus digunakan untuk penentuan tembaga. Iodin juga memberikan warna ungu atau violet yang intensuntuk zat-zat pelarut seperti karbon tetra klorida dan kloroform. Namun demikian larutan dari kanji lebih umum dipergunakan, karena warna biru gelap dari kompleks iodine kanji bertindak sebagai suatu tes yang amat sensitive untuk iodine. Dalam beberapa proses tak langsung banyak agen pengoksid yang kuat dapat dianalisis dengan menambahkan kalium iodida berlebih dan menitrasi iodin
Metode titrasi iodometri langsung mengacu kepadatitrasi dengan suatu larutan iod standar. Metode titrasi iodometri tak langsung adalah berkenaan dengan titrasi dari iod yang dibebaskan dalam reaksi kimia.potensial reduksi normal dari sistem reversible:
 I2(solid) 2e   2I-
persamaan diatas mengacu kepada suatu larutan air yang jenuh dengan adanya iod padat, reaksi sel setengah ini terjadi, misalnya, menjelang akhir titrasi iodida dengan suatu zat pengoksid seperti kalium permanganat, ketika konsentrasi ion iodida menjadi relatif rendah. dekat permulaan atau dalam kebanyakan titrasi iodometri, bila ion iodida terdapat dengan berlebih, terbentuklah ion tri iodida:
 I3- + I-     I3-
karena iod mudah larut dalam larutan iodida, reaksi sel setengah itu lebih baik ditulis sebagai: 
I3- + 2e        3I-
potensial reduksi standarnya adalah 0,5355 volt. Maka, iod atau ion tri iodida merupakan zat pengoksid yang jauh lebih lemah ketimbang kal;ium permanganat, kalium dikromat, dan serium.

Kompleksometri




Titrasi kompleksometri adalah suatu jenis titrasi dimana reaksi antara bahan yang di analisis dan titrant akan membentuk suatu kompleks. Kompleks senyawa ini disebut kelat dan terjadi akibat titrant dan titrat yang saling mengkompleks. Kelat yang terbentuk melalui titrasi terdiri dari dua komponen yang membentuk ligan dan tergantung pada titran serta titrat yang hendak diamati. Kelat yang terbentuk melalui titrasi terdiri dari dua komponenyang membentuk ligan dan tergantung pada titrant serta titrat yang hendak diamati. Kompleksometri merupakan jenis titrasi dimana titran dan titrat saling mengkompleks, membentuk hasil berupa kompleks. Contoh reaksi titrasi kompleksometri :
Ag+ + 2 Cl- Ag(CN)2
Hg2+ + 2Cl-HgCl2
Faktor-faktor yang membuat EDTA ampuh sebagai pereaksi titrimetri antaralain:
·         Selalu membentuk kompleks ketika direaksikan dengan ion logam.
·         Kestabilnnya dalam membentuk kelat sangat konstan sehingga reaksi berjalan dengan sempurna (kecuali dengan logam alkali).
·         Dapat bereaksi cepat dengan banyak jenis ion logam.
·         Telah dikembangkan indikatornya secara khusus.
·         Mudah diperoleh bahan baku primernya.
·         Baik digunakan sebagai bahan yang dianalis mauun bahan sebagai standarisasi.
·         Fakto-faktor inilah yang membuat syarat-syarat untuk titrasi telah terpenuhi dengan baik jika menggunakan EDTA.
Salah satu tipe reaksi kimia yang berlaku sebagai dasar penentuan titrimetrik melibatkan pembentukan (formasi) kompleks atau ion kompleks yang larut namun sedikit terdisosiasi. Kompleks yang dimaksud di sini adalah kompleks yang dibentuk melalui reaksi ion logam, sebuah kation, dengan sebuah anion atau molekul netral.


http://bits.wikimedia.org/skins-1.19/common/images/magnify-clip.png

ARGENTOMETRI

Argentometri merupakan titrasi pengendapan sample yang dianalisis dengan menggunakan ion perak untuk menentukan vsenyawa halogen atau pseudohalogen pada suatu campuran. Biasanya, ion-ion yang ditentukan dalam titrasi ini adalah ion halida (Cl-, Br-, I-).


Ada beberapa metode dalam titrasi argentometri yang dibedakan berdasarkan indikator yang digunakan pada penentuan titik akhir titrasi, antara lain:

Rabu, 25 April 2012

Titrasi



Titrasi merupakan salah satu teknik analisis kimia kuantitatif yang dipergunakan untuk menentukan konsentrasi suatu larutan tertentu, dimana penentuannya menggunakan suatu larutan tertentu, dimana penentuannya menggunakan suatu larutan standar yang sudah diketahui konsentrasinya secara tepat. Pengukuran volume dalam titrasi memegang peranan yang amat penting sehingga ada kalanya sampai saat ini banyak orang yang menyebut titrasi dengan nama analisis volumetri.
Larutan yang dipergunakan untuk penentuan larutan yang tidak diketahui konsentrasinya diletakkan di dalam buret (lihat gambar) dan larutan ini disebut sebagai larutan standar atau titran atau titrator, sedangakan larutan yang diketahui konsentrasinya diletakan di erlenmayer (lihat gambar) dan larutan ini disebut sebagai analit.
titran ditambahkan sedikit demi sedikit pada analit sampai siperoleh keadaan dimana titran bereaksi secara equivalen dengan analit artinya semua titran habis bereaksi dengan analit keadaan ini disebut sebagai titik equivalen.
apabila menggunakan dua buah larutan yang tidak berwarna seperti H2SO4 dan NaOH dalam titrasi,titik equivalen dapat ditentukan dengan berbagai macam cara, cara yang umum adalah dengan menggunakan indikator.Indikator akan berubah warna dengan adanya penambahan sedikit mungkin titran,dengan cara ini maka kita dapat langsung menghentikan proses titrasi.Sebagai contoh titrasi H2SO4 telah habis bereksi dengan NaOH maka adanya penambahan sedikit mungkin NaOH larutan akan berubah warna menjadi merah mudah.Bila telah terjadi hal yang demikian maka titrasi pun kita hentikan.
keadaan dimana titrasi dihentikan dengan adanya perubahan warna indikator disebut sebagai titik akhir titrasi .Titrasi yang bagus memiliki titik equivalen yang berdekatan dengan titik akhir titrasi dan kalau bisa sama.
perhitungan titrasi didasarkan pada rumus :

V.Ntitran = V.N analit

dimana V adalah volume dan N adalah normalitas.  Kita tidak menggunakan ,molaritas (M) disebabkan dalam keadaan reaksi yang telah berjalan sempurna (reagen sama-sama habis bereaksi) yang sama adalah mol-equivalen bukan mol.Mol-equivalen dari perkalian normalitas dengan volume.

Minggu, 15 April 2012

TITRASI ASAM BASA

 Titrasi asam basa merupakan salah satu titrasi. Titrasi asam basa adalah titrasi penentuan kadar asam atau basa dalam larutan. Titrasi asam basa melibatkan reaksi antara asam dengan basa sehingga akan terjadi perubahan ph larutan yang dititrasi.

Selasa, 13 Maret 2012

MACAM-MACAM ANION


ANION ADALAH ION YANG BERMUATAN NEGATIF

Macam-macam Anion
CO32-          : Karbonat                                         
HCO3-           : Hidrogen Karbonat
SO32-            : Sulfit

Rabu, 07 Maret 2012

Kation Dan Analisisnya

Kation adalah ion yang bermuatan positif

Contoh Kation :
  • Kalium (Na+)
  • Kalsium (K+)
  • Natrium (Na+)
  • Magnesium (Mg2+)
  • Perak (Ag+)
  • Barium (Ba+)
  • Alumunium (Al3+)
  • Timbal II (Pb2+)
  • Cobalt (CO3+)
  • Besi II (Fe2+)
  • Litium (Li+)
Analisa Kimia dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu :
  1. Analisa Kualitatif
  2. Analisa Kuantitatif
Analisa Kualitatif adalah suatu analisa yang bertujuan mencari dan menyelidikinya suatu unsur dalam sampel.
Analisa kuantitatif adalah suatu analisa yang bertujuan mencari banyaknya suatu unsur dalam sampel.

analisa Kualitatif dibagi menjadi dua bagian yaitu :
  1. Analisa pendahuluan : bertujuan untuk memperkirakan dan memberi arah  sehingga memperoleh gambaran terhadap contoh yang akan diteliti. Analisa pendahuluan meliputi : 
  • Organoleptis ( menggunakan panca indra ), yang di analisis biasanya berupa bentuk, warna, bau.
  • Pemanasan dengan tabung pijar
  • Reaksi nyala (flame test), Dilakukan dengan menggunakan kawat Pt atau Nicr. Warna-warna yang terjadi pada reaksi nyala sebagai berikut Kation
- Li+ warna Merah
- Na+ warna Kuning
- K+ warna Ungu
- Ba2+ warna Kuning
- Sr2+ warna Merah bata
- Cu2+ warna Hijau biru
- Ca2+ warna Merah kekuningan

 
Analisis klation
Analisis kation memerlukan pendekatan yang sistematis. Umumnya ini dilakukan dengan dua cara yaitu pemisahan dan identifikasi. Pemisahan dilakukan dengan cara mengendapkan suatu kelompok kation dari larutannya. Kelompok kation yang mengendap dipisahkan dari larutan dengan cara sentrifus dan menuangkan filtratnya ke tabung uji yang lain. Larutan yang masih berisi sebagian besar kation kemudian diendapkan kembali membentuk kelompok kation yang baru.

Jika dalam kelompok kation yang terendapkan masih berisi beberapa kation maka kation-kation tersebut dipisahkan lagi menjadi kelompok kation yang kecil, demikian seterusnya sehingga pada akhirnya dapat dilakukan uji spesifik untuk satu kation. Jenis dan konsentrasi pereaksi serta pengaturan pH larutan dilakukan untuk memisahkan kation menjadi beberapa kelompok.